Rabu, 03 Maret 2010

Pindah

Maaf, mungkin sebentar lagi gw udah nggak make blog ini lagi
Gw mau buat web pribadi, info nyusul yaaaa...
Tapi untuk sementara waktu, lo semua bisa nemuin di:

argadi.tumblr.com -> sampahnya arga

see you there, follow gw juga ya kalo ada yang punya akun di TUMBLR
thx btw, :)

Senin, 02 November 2009

Buatlah Dengan Niat

Di dunia komunikasi, lebih kerucutnya adalah dunia kreatif, sepertinya kata ide tau inspirasi banyak sekali diucapkan
Udah kayak makanan sehari-hari
Sampe sekarang, gw juga nggak bisa membahasakan, apa itu ide atau inspirasi secara rinci
Mereka itu apa, bentuknya gimana, gunanya untuk apa, dll
Karena memang banyak sekali pengertiannya

“Ide adalah rancangan yang tersusun di pikiran” -Wikipedia
"A new combination of old elements." – Pareto
Dan masih banyak lagi pengertian tentang ide
Tapi parahnya, ide itu jadi ngebuat kita jadi ketergantungan untuk berkreatif ria (hahaha… bahasa gw ‘kreatif ria, soalnya terlalu berat kayaknya kalo bilang ‘kreatifitas’)

Kita pasti banyak mendengar perkataan-perkataan seperti ini:
“Bentar ya.. gua mau nyari ide dulu nih”
(lagi maen tak umpet ya sama ide?)
“Waduh, nggak ada rokok berarti nggak ada ide nih”
(super duper ketergantungan nih orang)
“Gua mau buat ngerjain diluar aja deh, biar dapet idenya gampang”
(kalo ujan? Berarti kerjaannya gak kelar-kelar?)
“Gile nih, udah sejam lebih, tapi belum dapet inspirasi”
(ngapain aja emang sejam?)
Dan masih banyak contoh lain, yang gw bilang, kalo mereka itu sebenernya buka lagi mencari ide atau inspirasi, tapi sebenernya mereka tuh ketergantungan aja

Emang bener sih, setiap orang, punya caranya sendiri-sendiri untuk mengatasi permasalahannya
Tapi bukan berarti mereka itu harus ‘ngasih makan’ ketergantungannya itu tarsus kan?
Tapi bukan berarti mereka tidak bisa beradaptasi dengan sekitarnya kan?
Dimanapun kita berada, sebenernya kita harus bisa mengatasi permasalahan (mendapatkan ide) tersebut

Gw punya temen, nama panggilannya Asep
Akun FaceBooknya Asep Bagja
Akun Twitternya @bepitulaz
Dia ini seorang webdesigner, webmaster udah ada beberapa klien yang make jasa temen gw ini (termasuk gw, abisnya gratisan kalo sama temen sendiri)
Lumayan kok hasil-hasilnya, satisfied lah, gak sia-sia kalo make jasa temen gw ini (hehe.. gw promosiin lo Sep, 20% fee marketing ya)
Dia sebenernya anak Akuntansi, tapi seiring waktu berjalan, dia jatuh cinta sama design, terutama 3D dan web

Suatu hari, gw maen ke kosannya, siang-siang tengah hari bolong, Jogja lagi ‘hot-hotnya’
Si Asep baru aja bangun tidur
Pas, gw masuk ke dalem kamarnya, JRENG-JRENG!!
Kalimat pertama yang gw lontarkan, “Ini kamar apa gudang?”

Sumpah gw nggak habis pikir liat kamarnya Asep
Kasur, bantal, guling tanpa sprei, londrian baju dimana-mana, kertas berserakan, bahkan buat sholat pun sepertinya nggak bisa,
beruntung di depan kosannya ada masjid, mungkin dia lebih suka sholat di masjid kali ya? -positive thingking-
“Lo betah Sep disini?” tanya gw heran
“Betahlah… room sweet room, gua sering kok ngabisin waktu berbelas-belas jam disini” jawabnya
WOW!!! Belasan jam??
Rekornya adalah: pernah sampe 18 jam nggak keluar kamar!! tentu aja sambil ngedesign

“Gini Sep, lo kan orang kyang kerjanya di dunia kreatif, buat-buat web… trus cara lo dapetin feel atau inspirasi gimana Sep? dengan keadaan kamar kayak kapal pecah gini”
“Yaelah, bisa lah… buktinya gua bisa buat web kan? Yang penting mah niat, kalo kita emang udah niat, semuanya pasti bisa, yang namanya ide tuh nanti dateng sendiri”
Oke, jawaban terakhir dari Asep cukup ngebuat gw diem dan mikir
‘Yang penting mah niat’

Bener juga, fasilitas itu hanya sebagai penunjang, intinya ya niat itu tadi
Terkadang kita selalu menomor satukan fasilitas, kenyamanan, lingkungan sebagai kekuatan primer kita
Namun menomor duakan niat kita, yang sebenernya itulah yang utama
Jadi, sebenernya, dimana pun kita berada, ide itu akan selalu berdampingan kalo niat kita pun kuat
Bagaimana seorang Bill Gates yang memulai usahanya mulai dari garasinya, gw yakin saat itu niatnya lebih kuat dibandingkan fasilitasnya

Gw jadi keinget pertemuan gw sama Rory (anaknya salah seorang praktisi iklan ternama)
Rory udah 15 kali memenangkan Award
Gw nanya sama dia “Lo, punya rahasia khusus nggak sih (kasarannya : rahasia lo apaan sih)?”
Rory cuma jawab, “Gw buat iklan dari hati, itu aja kok”

Jumat, 30 Oktober 2009

Curhatannya Orang Logika

Sepertinya sudah terlalu lama aku berdiam diri
Bermain-main dengan dunia yang aku buat sendiri
Buta mata ini melihat segalanya berantakan
Kamar ini mulai tidak tertata, debu semakin menebal kaca
Kurasa aku mulai tidak sanggup untuk menyambut hari yang semakin rumit
Tidak ada yang lebih buruk dari itu

Hingga matahari mulai masuk perlahan
Membuat diri ini bisa sedikit bernapas dengan lega
Membuat diri ini semakin bersemangat menikmati penat
Membuat diri ini semakin senang untuk tertantang
Membuat diri ini semakin merasa berarti ketika sendiri

Mungkin ‘itu’ adalah dirimu
Mungkin itu yang aku butuhkan
Sedikit waktumu untuk membantuku perlahan
Sedikit waktumu untuk mengajakku keluar dan berlari
Sedikit waktumu untuk meringankan apa yang selama ini menjadi beban
Sedikit waktumu untuk membuatku lupa emosi yang baru saja terlontar
Karena aku terlalu muak dengan taman abu-abu yang setiap hari kudatangi

Sebatang demi sebatang yang kuhisap sudah tak mampu melampiaskan perasaan sempit ini
Namun denganmu, semua terasa cepat begitu saja, semua menjadi luas
Aku tak ingin berbicara mengenai hari esok
Tapi bisa kupastikan, ini yang aku rasakan hari ini

Selasa, 27 Oktober 2009

Sumpah Pemuda

Hari ini, 81 tahun yang lalu, terjadi peristiwa sumpah pemuda
Untuk itu, gw pengen ikut berpartisipasi di hari ini

Gw sebenernya takut banget sama sumpah
Karna sumpah jauh diatas janji (menurut gw)
Dan gw takut gak bisa ngejalanin sumpahnya
Karna sumpah sudah melampau batas emosi (menurut gw)

Tapi semoga sumpah gw yang ini bisa gw pertahankan.

Gw, Pemuda Indonesia, bersumpah :

"Akan mencintai Pemudi Indonesia..."

We are Proud!



Mungkin cuma ini yang bisa gw ungkapin, sebagai wujud apresiasi gw terhadap beragam budaya bangsa,
namun jauh dari itu, gw BANGGA

- iklan di Vibe Magazine (edisi Oktober) -

Kamis, 22 Oktober 2009

O Em Ji...

Minggu lalu dosen gw yang gemar membuat buku, bercerita
Bahwa ia akan membuat buku yang berjudul Sipon, The Truth Of Love
Buku ini bercerita tentang bagaimana perjuangan seorang istri yang dengan sabar menunggu kedatangan suami tercintanya
Suami tercintanya yang diculik oleh orang-orang yang tak dikenal, akibat menyuarakan aspirasinya
Aspirasi dari rakyat kecil terhadap keadilan, pada saat kerusuhan di depan markas PDIP beberapa tahun yang lalu
Hingga kini sang istri masih yakin, bahwa suaminya akan pulang dan kembali kepelukannya

Namun gw sedikit ngasih masukan buat dosen gw itu
Gw lebih suka kalo judulnya bukan Truth of Love, tapi Power of Love
Kenapa demikian??
Karena menurut gw, cinta itu bisa membuat kekuatan, dan kekuatan itulah yang menciptakan keyakinan untuk bertahan dengan cinta tersebut
Kekuatan itulah yang bisa menanamkan keyakinan di diri Sipon untuk tetap setia menunggu suaminya
Dan terkadang kekuatan cinta itu memang jauh diluar dugaan dan kemampuan kita
Sehingga kita pun berpikir, kok gw bisa kayak gitu ya??

Sebuah sms singkat ‘Selamat pagi…’ di pagi hari, yang kita lihat ketika kita bangun tidur, bisa membuat kita bersemangat untuk melewati hari ini, meski sudah ditunggu oleh banyak sekali tugas yang menumpuk
Seorang anak keci yang lucu, mampu menghilangkan kepenatan sang ayah setelah satu hari bekerja, ketika sang ayah pulang ke rumah dan memeluk dirinya
Sebuah kecupan manis dari suami ketika hendak melangkah untuk bekerja, membuat istrinya yakin, suami tercintanya itu akan pulang untuknya
Sebuah tepukan di pundak dari seorang sahabat, bisa melumerkan seluruh cairan kepenatan yang membelenggu
Sebuah senyuman sederhana dari seorang yang kita sayangi mampu dengan begitu saja melumpuhkan semua masalah yang ada di depan mata
Sebuah nyanyian dari seseorang kekasih untuk kita, yang mampu membuat kita seperti orang gila, dan senyum-senyum sendiri
Dan sebuah ucapan ‘Selamat tidur…’ di malam hari, bisa membuat kita tertidur dengan tersenyum dan terlelap pulas hingga memimpikan orang yang kita cintai

Oleh karena itulah, gw menyebutnya kekuatan cinta
Sebuah kekuatan yang gw sendiri sulit untuk mendeteksinya
Sebuah kekuatan yang ngebuat gw terdiam nggak berkutik, ketika disampingnya
Meskipun gw orang yang sangat berisik sekalipun
Sebuah kekuatan yang ngebuat sore ini gw bisa lari hingga 3 kali berkeliling komplek
Yang biasanya gw cuma mampu sekali aja

O Em Ji..! Apakah gw lagi menulis tentang kekuatan cinta?? Atau malahan lagi jatuh cinta??

Selasa, 13 Oktober 2009

Budaya atau Masyarakatnya yang Miris?

Isu tentang kebudayaan memang lagi hangat-hangatnya terdengar oleh kita belakangan ini. Tetapi menurut gw, alesan untuk bangga dan heboh akan kebudayaan itu disebabkan bukan dari jiwa yang tulus, tetapi karena kebudayaan kita yang mulai diakui sebagai budaya negara lain, contoh Malaysia. Negara tetangga kita yang katanya satu rumpun itu mengakui beberapa kebudayaan negara kita, seperti Reog Ponorogo, lagu Rasa Sayange, alat musik Angklung, alat musik Gamelan, dan yang paling hangat tentu saja Tari Pendet dari Bali. Tari ini terdapat di dalam iklan televisi pariwisata Malaysia.

Sontak saja hal tersebut membuat bangsa Indonesia marah dan memuncak, berbagai macam cara dilakukan untuk ‘menyerang’ Malaysia. Salah satu contoh adalah penyerangan system website computer yang berbasis di Malaysia oleh para hacker dari Indonesia.
Akhirnya masyarakat Indonesia mulai memperhatikan dan membanggakan kebudayaannya.
Seperti yg gw bilang tadi, sayangnya ketika baru ada sesuatu baru deh kita bergerak.

Hingga pada akhirnya Batik pun diakui sebagai warisan budaya Indonesia pada tanggal 02 Oktober 2009. Serentak pada hari itu ‘seluruh’ warga Indonesia memakai baju Batik. Lagi-lagi, kenapa baru tanggal 02 Oktober 2009 kemarin kita semua memakai Batik berbarengan? Itu pun setelah dikukuhkan oleh UNESCO terlebih dahulu. Tapi dibalik itu semua, gw sempet terharu dan merinding ketika pada pagi harinya gw memutuskan untuk jalan-jalan naik motor, dan mengambil foto-foto orang-orang yang memakai Batik.

Hampir seluruh masyarakat Jogja memakai Batik pada hari itu. Dari mulai pegawai negeri, karyawan swasta, pengendara motor, anak sekolahan, mahasiswa, sekuriti, supir taksi, dan bahkan gw juga menemukan pedagang/ penjual bakso keliling yang memakai batik. Gw pun bertanya sama tukang bakso itu, apa yang menyebabkan dia memakai baju Batik. “Ya saya lihat tivi mas, katanya hari ini diharuskan memakai Batik, makanya saya pakai Batik…” jawabnya dan terlihat sangat bangga ketika gw foto.
Pokoknya pagi itu menjadi salah satu pagi yang terindah dan gak bisa gw lupain di Jogja. Gw rela nggak jadi ke dokter demi mengambil foto-foto mereka.

Merasa nggak mau kalah dengan semua kehebohan tentang Batik, pada hari itu seluruh karyawan di kafe diharuskan berseragam Batik. Belum berhenti sampai disitu, logo kafe juga gw ganti Batik. Lalu pada malam harinya ada pemberian diskon 13% bagi kostumer yang memakai seragam batik pada malam itu, yang dipublikasikan lewat Twitter dan Facebook. Hasilnya? Ciri khas warna hitam putih dari kafe pun seolah digantikan dengan corak Batik dari kostumer dan juga karyawan.

Finalnya adalah, pembuatan iklan cetak bulanan kafe di Vibe Magazine (majalah hiburan) yang bertemakan Indonesian Heritage. Di iklan tersebut terdapat beberapa kebudayaan Indonesia seperti Reog, tari Pendet, tari Saman, Koteka, Angklung, dan memiliki tagline “We are Proud of Indonesian Heritage”. Yup, gw bangga dengan segala macam warisan tersebut.

Namun, baru-baru ini kebanggaan gw terhadap budaya bangsa itu sedikit menurun. Temen gw ‘dipaksa’ memutuskan hubungannya dengan kekasihnya karena kebudayaan. Kekasih temen gw itu ternyata keturunan Raden Roro, dan dia anak pertama. Dan menurut budaya tersebut, temen gw nggak boleh berhubungan dengan kekasihnya itu.

Gw ibaratkan gini, kita disuruh menCINTAi berbagai macam KEBUDAYAAN di negeri ini, tapi terkadang kebudayaan itulah kita ‘DIPAKSA’ harus merelakan orang yang kita CINTAi. Sory tulisannya besar-besar, jujur gw sangat emosi di paragraf ini.
Nggak cuma temen gw itu aja, masih banyak contoh yang lain kok. Nggak boleh sama cewek Padang, nanti kita ‘dibeli’ dan diatur-atur. Nggak boleh sama cewek Sunda, katanya boros dan sedikit matre. Begitu juga dengan Manado, denger-denger suka berpesta. Lalu jika orang Tionghoa maka harus dengan Tionghoa, begitu juga dengan Arab. Maaf bagi yang disebutkan sukunya diatas, tapi gw yakin kalian semua sudah pada mendengar tentang ini. Sungguh ironi bukan?

Setelah gw cermati lagi, ternyata bukan kebudayaanlah yang salah. Namun orang-orangnya yang salah. Karena memukul rata dalam satu kebudayaan. Dan sialnya, yang dipukul rata adalah hal-hal yang negatif! Merekalah yang membuat negara ini tidak bersatu karena persepsi-persepsi tadi. Merekalah yang membuat negara ini terpecah karena beragamnya budaya. Merekalah yang tidak mengerti tentang perbedaan. Siapa mereka? Mungkin bisa gw istilahkan, manusia kolot yang tidak mengerti zaman.

Ada yang punya masalah seperti ini juga?? ANYONE??

Buat temen gw, sabar ya… ambil hikmahnya. Mungkin lo dikasih jalan sama Allah untuk terhindar dari calon mertua yang kolot, norak, sok ngerti budaya dan nggak GAUL.

Kamis, 01 Oktober 2009

Pengalaman Menjadi Pembicara (Iklan Itu)

Di bulan puasa kemaren gw dikasih kesempatan untuk jadi pembicara
Ini pertama kalinya gw jadi pembicara, dan ngemeng di depan umum
Meski untuk lingkup yang masih kecil, tapi lumayanlah bisa sharing ilmu sama pengalaman
Dan yang paling penting buat gw juga, gw udah ada modal keberanian untuk berdiri di depan dan menghadap audiens
Gw dikasih 2 kesempatan untuk jadi pembicara
Yang pertama waktu ospek komunikasi di UGM, dan yang kedua waktu buka bersama Deadline UGM

Di kesempatan yang pertama (di UGM) gw berbicara masalah iklan
Karena gw bukan orang iklan (hanya sebuah mahasiswa periklanan yang banyak belajar tentang iklan), jadi gw ngebahas iklan dari pandangan umum aja
Meskipun bahasannya cetek tapi lumayanlah, bisa ngebuat para mahasiswa baru itu serius merhatiin gw (maaf ya adik2)

Judul gw adalah IKLAN ITU
Menurut gw…
Iklan itu SEBUAH PESAN
karena mereka bermaksud menyampaikan sesuatu, dan pasti ada sesuatu yang akan disampaikan, meskipun iklannya tanpa dialog dan copy sekalipun
Dan setiap orang membutuhkan pesan, kita ada di restoran, sms, memo, semua berkaitan dengan pesan

Iklan itu NARSIS
mereka bangga terhadap brand yang diiklankan, kayaknya gw belom pernah liat ada iklan yang gak bangga sama produk yang diiklankan
Setiap orang juga suka narsis, foto2 dimanapun berada, bangga dengan apa yang dimiliki, pada umumnya setiap orang memang butuh narsis

Iklan itu JUALAN
ya iyalah, ujung-ujungnya dari iklan adalah jualan produk, menjual produknya, meskipun iklan layanan masyarakat sekalipun, karena pasti ada brand yang muncul disitu
Manusia juga pasti pernah dan membutuhkan jualan, entah jualan handphone, mobil, baju, rumah, atau jual diri sekalipun! dan kita pasti membutuhkan itu (jualan), gak mungkin kalo kita hanya membeli terus!

Iklan itu KENALAN
Meskipun brandnya udah lama (Nike, Levi’s, Nestle), tapi pasti ada produk barunya yang keluar, dan itu membutuhkan perkenalan kepada konsumen, bener??
Begitu juga manusia, gak mungkin bisa bertahan hidup tanpa berkenalan (gak mau nerangin panjang lebar ah yang ini, pasti dah ngerti semua kok)

Iklan itu EKSISTENSI
Seorang Glenn Marsalim pernah bilang, gak ada brand yang paling bagus di dunia ini, karena mereka masih eksis beriklan, dan itu emang bener! Brand-brand yang udah gak eksis beriklan lagi pasti udah hilang deh, contoh?
You now what? Manusia juga kan… kita buat akun di FB, Twitter, My Space atau jaman dulu Friendster, karena kita sebenernya pengen ngomong “Hey, ini gua lhoooo” dan menujukkan ke orang-orang lainnya kalo kita masih eksis, meskipun di dunia maya

Dan dari rangkuman itu, gw buat kesimpulan sederhana
IKLAN ITU adalah KEBUTUHAN KITA
Semoga gw ngomong yang bener, dan nggak bikin ngamuk orang-orang iklan :)
Dan yang paling penting, semoga omongan gw itu bisa dimengerti!!!!

Selasa, 01 September 2009

Cerita Ramadhan "Ikhlas" episode 2 (sendiri dulu)

“Lo putus beneran Ram?” tanya Andra setibanya di rumah Rama
Andra adalah Sahabat Rama dari kecil, mereka tinggal satu komplek. Dipisahkan oleh beberapa blok saja. Satu-satunya orang yang mengenal Rama luar dan dalam dengan pasti ya hanya Andra, apalagi umur mereka seumuran. Mereka berdua bersahabat sudah lebih dari 15 tahun. Andra sudah dianggap menjadi bagian dari keluarga Rama, begitu juga sebaliknya. Andra langsung datang ke rumah Rama begitu mengetahui Rama dan Rini putus. Andra sangat mengerti kalo sahabatnya itu sangat membutuhkan orang untuk sharing jika ada kejadian seperti ini.
“Ya gitulah Ndra”
“Kok bisa sih?”
“Ya bisalah, apa sih yang nggak bisa di dunia ini?”
“Maksud lo apaan Ram…?”
“Gw ternyata salah Ram selama ini, i'm too selfish...”
“……………………”
Andra terdiam mengernyitkan dahinya ketika mendengar perkataan Rama barusan. Dia kaget, mendengar Rama berkata seperti itu. Seorang Rama yang super duper egois ternyata bisa juga bilang untuk jangan memaksakan kehendak dan mengakui bahwa dirinya salah. Biasanya jika kehendak atau keinginan Rama tidak terwujudkan, ia akan memakai segala cara untuk mendapatkan tujuannya itu. Tetapi kali ini tidak, ia terlihat tulus dan mengambil hikmah dari semua ini. Semua itu tergambar juga di raut wajah Rama, ia sangat tenang dan tidak kelihatan emosinya, nyaris tanpa otot nada bicaranya.
“Trus lo berencana balikan lagi Ram?”
“Untuk balik lagi gua nggak tau, tapi yang jelas sekarang biarin aja kayak gini…?"
"Lo masih sayang sama dia?" Rama hanya mengangguk

Lagi-lagi Andra terdiam, dia bingung harus bagaimana. Biasanya jika ada situasi yang seperti ini, Rama sangat emosional, dan Andra-lah yang berusaha menurunkan emosi sahabatnya itu. Namun baru kali ini Rama terdengar sangat dewasa untuk menyikapi sesuatu dan melihat sesuatu hanya tidak dari satu sudut pandang, sudut pandang seorang Rama.
“Trus lo mau gimana?”
“Gua mau sendiri dulu Ndra” jawab Rama sambil menatap Andra
“Lo yakin Ram? Padahal besok kan udah bulan puasa…” ujar Andra yang masih nggak percaya
“Ya gua mau sendiri dulu untuk sementara waktu, lagian bonyok gua juga mau ke Bali seminggu… gua mau ngerubah sifat gua, gua mau belajar untuk mengkotak-kotakkan perasaan yang ada di diri gua, kalo kemaren kayaknya cuma ada kotak emosi, ambisi sama egois, dan sekarang ada tiga hal yang pengen gua kotakkin di kesendirian gua, yaitu kebebasan, perubahan dan yang terakhir pencarian” jelas Rama
"Gua juga belajar manajemen hati gw dulu Ndra, need a time to be a man..." lanjut Rama
“Caranya lo tau lo berubah gimana?” Andra sedikit heran dengan rencana sahabatnya itu
“Gua pengen buat semacam diary gitu di laptop gua, dan gua me-review apa yang terjadi dan apa yang gua rasain dari hari ke hari, nggak setiap hari juga, mungkin 3 hari sekali… nah, nanti gua liat deh catetan gua sehari-hari itu… apakah gua lebih baik, sama aja atau malahan lebih buruk, mungkin itu cara yang oke"
“Kalo hasilnya lebih buruk gimana?”
“No, hasilnya harus lebih baik Ndra! karena itu tujuan gua, yang jelas bakal ngebunuh karakter gua yang bangke lande ini, hehe…”
“Ya nggak apa-apa lah, kalo emang karakter yang harus dibunuh itu jelek, yaudah bunuh aja, head shot kalo perlu” Andra menimpali
Andra sedikit lega mendengar Rama berkata seperti itu. Walaupun ia masih tidak percaya Rama akan berubah, atau setidaknya bisa bertahan dengan kesendiriannya itu.
“Nah, jadi sori banget Ndra, untuk beberapa hari ini lo nggak usah hubungin gua dulu deh… gua bener-bener pengen sendiri dulu, tapi kalo ntar ada apa-apa, pasti gua akan hubungin lo”
“Tenang aja Ram, gua ngerti banget kok kondisinya, asal kesendirian ini nggak ngebuat lo makin jatuh aja”
“Believe in me” jawab Rama singkat dengan senyumnya

Setelah putus dari Rini, Rama sangat terpukul, ia pun menyadari bahwa sifatnya ada yang harus dibuang dari dirinya, yaitu egois dan emosional. Jika tidak bisa dibuang, setidaknya dikurangi.Karena akibat itulah, Rama kehilangan salah satu orang terbaik yang pernah dimiliki Rama. Ia sangat menyesal sebenarnya, mengapa ia baru menyadari hal itu saat ini. Tetapi menyesal memang selalu datang belakangan. Rama pun mencoba mengambil hikmah dari itu. So, bulan puasa tahun ini, terpaksa harus dilewatkan sendirian oleh Rama, tidak seperti 2 tahun kemarin yang selalu bersama Rini - tarawih berdua, buka puasa bersama, ngabuburit dsb - Tapi Rama justru berpikir, bahwa Ramadhan kali ini adalah Ramadhan yang sesungguhnya, yaitu bulan penuh hikmah.

Tak berapa lama, terdengar azan Isya berkumandang dari masjid dekat rumah Rama. Panggilan untuk sholat Isya dan sekaligus menjadi pertanda dimulainya sholat tarawih yang pertama di bulan Ramadhan 1430H ini, Marhaban Ya Ramadhan! benak Rama...

(bersambung)

Masih Banyak yang Lebih Penting

Bulan Agustus ini gw ketemu 2 orang yang hebat menurut gw, yang sangat inspiring buat gw
Mereka berdua adalah sama-sama orang iklan
Tapi bedanya, yang satu udah lama melanglang buana
Yang satu lagi sedang mencoba melanglang buana
Dari 2 orang itu, cuma satu ilmu yang gw dapetin,
bukan ilmu tentang bagaimana membuat iklan yang benar, bukan ilmu bagaimana cara pitching yang oke di depan klien, bukan ilmu bagaimana proses brainstorming yang bagus
Tapi ilmu tentang kehidupan, ilmu bagaimana kita menempatkan diri kita dalam hidup ini

Orang hebat pertama adalah Glenn Marsalim
Buat yang suka pada dunia iklan, pasti udah sering banget dengerin nama ini
Dan mungkin baru-baru ini bukan hanya orang-orang iklan aja yang kenal dia, tapi Indonesia nampaknya sudah mulai mengenal bahwa ada 2 Glenn yang sama-sama hebat di negeri ini selain Glenn Fredly
Beberapa minggu yang lalu, GM (disingkat aja ya) banyak wara wiri di TV ONE, AN TV, berkat jasanya di Indonesia Unite (sebuah hesitate dari para pengguna Twitter) membuat ide Baju BOLBAL,
yaitu baju-baju Manchester United yang tidak laku, lalu dibalik bajunya dan diberi logo Indonesia Unite, yang menunjukkan bahwa kita tidak takut, dan juga turut membantu para pedagang yang nyaris mengalami kerugian yang besar
Ide yang brilian bukan? Udah ah, gak usah diterusin, nanti marah-marah si GM, hehe

Dari awal gw mengenal sosok GM, gw dah tau kalo dia orang yang hebat
Begitu gw tau kalo GM jadi pembicara di acara Pinasthika Award (acara anugerah insan periklanan) di Jogja awal Agustus kemaren, gw langsung memastikan diri untuk dateng
Dan benar dugaan gw, waktu sesi GM bicara, audiensnya paling banyak, paling seru, dan paling antusias
Sebelum sesi itu, gw semopet ketemu GM waktu coffee break, ternyata GM masih kenal, sama gw, beruntung lagi GM adalah seorang freelancer dan dia baru pulang ke Jakarta sekitar tanggal 13 Agustus, langsung aja gw ajak ketemuan di beberapa hari berikutnya
Waktu kita ketemuan di Angkringan Pendopo Dalem, gw mengajukan usul ke GM, kalo gw mau ngebuat Indonesia Unite di Jogja, gw mau jual bajunya, dan gw mau buat semacam social campaign dengan backing atau embel-embel Indonesia Unite
Dan ternyata Glenn ngasih tanggepan yang nggak gw sangka, “Emangnya Jogja butuh Indonesia Unite ya?”
“Emangnya kalian terpengaruh ya kehidupannya karena peristiwa bom kemaren, enggak kan?”
“Coba deh cari masalah yang ada di Jogja, di sekitar kamu, dan itu yang kamu bantu”
“Mikirin kehidupan tuh nggak perlu jauh-jauh, di sekitar kita banyak kok yang lebih penting”
Sebuah tanggepan yang malahan nggak ngebuat gw ngedrop, tapi justru ngebuat gw mikir, masih banyak yang lebih penting di sekitar gw, di tempat gw hidup sekarang ini, buat apa gw terlalu jauh memikirkan negara ini, kalo di sekitar gw aja masih keteteran
Thanx Glenn…

Orang berikutnya bernama Dendy Triadi, dia ini kakak angkatan gw ketika gw di UGM
Dia sekarang juga jadi freelancer di Jakarta
Banyak banget quote tentang hidup yang gw dapetin dari DT (disingkat lagi aja ya namanya)
Beberapa hari yang lalu gw ketemuan di Kedai Poci Unik sama DT, Ruri, dan Rizal
Kita banyak sharing tentang pekerjaan, terutama karena si Rizal mau cabut ke Jakarta dan mencoba ngadu nasib disana, soalnya ‘kontrak kerja’nya di Jogja udah tamat
DT sempet bilang, “Gua gak mau hidup sukses, tapi gua mau hidup selamat” kata-kata ini sempet dijadiin status di Yahoo Massengernya besoknya
DT nyoba ngomong kalo jangan sampe kita terlalu ngoyo buat hidup, karena nanti waktu kita akan lebih sedikit untuk menikmati hidup
Dia juga bilang kalo, dia lebih bisa melihat kehidupan yang sebenernya waktu dia memutuskan untuk menjadi seorang freelancer ketimbang menjadi seorang karyawan
“Bukan berarti gw matahin semangat lo untuk jadi karyawan agency periklanan ya Jal…” sindir DT kepada Rijal, spontan ngebuat gw sama Ruri ketawa ngakak
Thanx Den…

Dan ternyata gara-gara Dendy ngucapin pendapatnya itu, gw jadi kepancing curhat
Gw ngerasa ketika gw sendir sekarang ini (baca Jomblo!), gw justru lebih bisa tersenyum kepada hidup
Emang sih terkadang kesepian dateng ngampirin gw, tapi itu nggak seberapa jika dibandingkan apa yang gw dapetin sekarang
Gw punya banyak kesempatan untuk menunjukkan bakat gw, gw punya banyak kesempatan untuk bertemu orang-orang hebat, dang w punya banyak kesempatan untuk mendapatkan hidup
Apa yang dulu gw pikir kecil justru sekarang terlihat besar, yaitu anugerah dalam hidup
Apa yang dulu gw pikir besar justru sekarang terlihat kecil, yaitu percintaan
Meskipun jujur kalo gw juga tetep butuh percintaan, tapi mungkin gw nggak mau matok untuk menjadi sebesar pandangan gw dulu
Karena dengan pandangan gw seperti itu, gw yakin, gw akan mendapatkan percintaan yang lebih besar dari pandangan gw dulu,
Setidaknya sama besarnya dengan pandangan gw terhadap hidup, saat ini

Kalo gw lagi iseng baca-bacain status orang di facebook, gw rasanya gemes banget pengen ngomong (mengutip salah satu lagunya Maliq & D’essentials):
“Buka mata, hati, telinga, sesungguhnya masih ada yang lebih penting dari sekedar kata cinta yang kau inginkan, yaitu hikmah dari anugerah dunia yang sesungguhnya”

Kamis, 27 Agustus 2009

Cerita Ramadhan "Ikhlas" episode 1 (putus)

“Kamu kemana aja sih Ram… ini kan udah jam tujuh kurang!” ujar Rini di teras rumahnya
Rini agak kesal ketika melihat Rama datang, dan tanpa merasa bersalah.
“Sori deh… tadi ada latian band dadakan gitu, aku disuruh gantiin drummernya Roy , buat maen di kafe” jawab Rama dengan santai.
“Ya tapi kan kamu bisa ngasih tau dulu sebelumnya, sms emang nggak bisa?”
“Bisa sih, tapi menurutku ntar aja… lagian cuma nganterin kamu beli buku doang kan?”
“Doang kamu bilang!?… semua jadwal aku tuh jadi berantakan tau nggak… aku tuh rencananya mau ke tempat Farah abis beli buku, mau ngerjain tugas!”
“Ya sori …”
“Kamu tuh selalu ngegampangin urusanku ya Ram, dan ini bukan yang pertama atau kedua kalinya… kamu sering banget kayak gini… sering Ram!” Rini sudah tak bisa menahan emosinya lagi
“Kok kamu jadi nyudutin aku gitu… pake ngungkit-ngungkit yang dulu lagi!” Rama juga mulai naik emosinya
“Ya abis gimana lagi… selalu aja kayak gini… asal kamu tau ya Ram, buku itu penting banget, dan itu buat tugas yang harus dikumpulin besok”
“Ya udahlah… sekarang mau gimana kalo udah kayak gini??”
“Aku capek Ram… aku mau putus”

Akhirnya terucap juga kata ‘ingin putus’ dari Rini. Meskipun sudah berpacaran lebih dari 2 tahun, tetapi beberapa bulan belakangan ini, Rini sudah ingin putus dari Rama. Rini sudah tidak sanggup. Makin lama, sifat egois Rama makin menjadi. Belum lagi emosinya yang sangat meledak-ledak. Meskipun begitu, jauh di dalam lubuk hatinya, Rini tetap sayang sama Rama, dan dia tetap yakin, kalau cowok egois dan emosional itu bisa berubah.
Sontak saja perkataan Rini tadi membuat Rama kaget.
“Apaan sih kamu… kayak anak kecil aja, gini aja minta putus”
“Ram… aku serius”
“Aku nggak mau!” dengan tegas Rama menolak
“Ram… udahlah… kesabaran aku bener-bener habis untuk ngadepin kamu”
“Rin, ayolah… masa gini doang putus! Aku janji deh bakal berubah” Rama sedikit ketakutan kali ini
“Telat Ram… sebenernya udah lama aku nahan ini, tapi aku nyoba untuk sabar dan meyakinkan diri aku bahwa kamu itu bisa berubah… tapi harapan itu selalu bertepuk sebelah tangan Ram, hasilnya nol… lama kelamaan aku semakin nggak kuat ngadepin kamu Ram…”

Suasana yang sempat ‘panas’ tadipun menyurut.
“Rin… aku sayang banget sama kamu, kalo aku bilang aku akan berubah gimana?” ujar Rama sungguh-sungguh dengan nada memelas sambil memegang tangan Rini
Tetapi tak berapa lama tangan Rama dihempaskan oleh Rini.
“Ram… its too late, kamu dah sering banget ngomong kayak gini, pasti besok-besok akan kayak gini lagi… ini keputusan yang terbaik buat kita berdua Ram”
Sesaat Rama dan Rini pun terdiam.
“Rin, kamu bener-bener serius dengan omongan kamu?”
Rini hanya mengangguk
Rama terdiam, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi malam ini. Sesaat dirinya berharap ini hanya mimpi.
“Yaudah Rin… kalo itu memang keputusan yang terbaik untuk kita berdua… aku bisa terima ini” ujar Rama sembari menatap Rini dengan tajam, jauh di lubuk hatinya, Rama sangat menyesal.
“Ram, maafin aku ya… kalo aku buat kamu kecewa, dan aku nggak kuat”

Rama lalu menghela nafasnya sesaat.
“Rin… semua ini salah aku, aku emang terlalu egois buat ukuran manusia… gila ya sampe-sampe kamu yang sangat sabar aja nggak tahan sama aku… aku juga…”
“Ram… please jangan diterusin, aku sedih” Potong Rini, yang nggak kuat menahan rasa sedih dan air matanya
“Aku juga mau minta maaf Rin… atas perlakuan aku ke kamu selama ini… dan juga gara-gara aku, jadwal kamu berantakan malam ini, sampein juga ke Farah ya…” ujar Rama dengan tersenyum kecil sembari mengelus rambut Rini
Rama terdiam untuk beberapa saat,
“Aku… pulang dulu ya Rin… thanks udah nyadarin aku… thanks juga udah sabar ngadepin aku selama ini, semoga kamu dapetin yang lebih dari aku”
Rama pun bergegas mennuju pagar dan mobilnya, sebelum masuk ke dalam mobilnya, Rama sempat memberikan senyumannya kepada Rini. Sebuah senyuman ikhlas dari seorang yang sangat emosional.

Ram… kenapa baru sekarang aku bisa ngeliat senyuman itu dari kamu? senyuman yang bener-bener ikhlas dan tulus, yang selama ini nggak pernah aku liat… kenapa kamu baru bisa kayak gini setelah kita putus? maafin aku Ram, udah nyakitin kamu dan ngecewain kamu. Aku juga tau, aku pasti akan sedih banget kehilangan kamu, tapi aku cuma ingin kamu berubah Ram, dan aku rela kalo harus kehilangan kamu, kalo itu bisa ngebuat kamu menjadi lebih baik. Thanks Ram, udah buat aku mengenal apa itu egois, gengsi, emosi, dan yang terakhir… apa itu ikhlas. ujar Rini dalam hatinya ketika melihat Rama pergi, pergi meninggalkan dirinya dan mungkin untuk selamanya.

(bersambung)

Curhatan Kosong

Seharusnya lo tau
Bagaimana dia selalu nyolong curhat tentang kisah cinta kalian, ketika kita lagi ngobrol
Ngebuat gw berpikir, “Gak bosen2 apa ya nih orang cerita itu terus?”
Seharusnya lo tau
Bagaimana reaksi dia ketika ngedengerin lagu ‘Sekali Ini Saja’ Glenn Fredly
“Damn, lagu gua niiiih!!”,hanya itu yang dia ucapkan
Seolah-olah Glenn Fredly ngebuat lagu itu karena tersinspirasi dari kisah dia
Seharusnya lo tau
Bagaimana ekspresinya kalo disindir tentang lo
Mukanya merah,
bukan karena malu, bukan karena nahan kentut, tapi mungkin karena warna cinta itu merah, makanya mukanya merah

Semestinya lo tau
Kalo dia selalu menggabungkan nama kalian di setiap kesempatan
Main games di komputer, nama akun di dunia maya, padahal namanya cuma satu suku kata, tapi tiba-tiba berubah jadi 3 suku kata
Semestinya lo tau
Kalo dia selalu ingat kejadian demi kejadian yang pernah kalian lewati
Seakan-akan kalo dia adalah sebuah komputer, dia punya folder yang nggak bakal dihapus, dan diprotect anti virus tercanggih biar nggak hilang datanya
Dan sudah disusun dengan rapih tentunya
Semestinya lo tau
Kalo dia selalu bilang “Woy!! Dia hubungin gueee” ketika lo hubungin dia, lewat cara apapun
Lo tuh punya stopping power yang paling hebat dan paling berpengaruh buat dia
Kalo lo adalah sebuah iklan dan dia adalah target audiens lo, maka iklan lo sangat berhasil

Sewajibnya lo tau
Dia udah nulis puluhan bahkan ratusan tulisan dan puisi tentang lo, tentang kalian
Sampai detik ini, dia belum nyerah untuk kehabisan kata-kata tentang lo
Sewajibnya lo tau
Dia emang gak pernah bilang kalo lo itu orang yang paling ngerti dia
Dia emang gak pernah bilang kalo lo itu orang yang paling dewasa untuk dia
Tapi dia bilang, “Dia itu orang yang pas untuk gua”
Sewajibnya lo tau
If there sombedy, calling him on, you’re the one,
yes you’re the one!

Dan kali ini gw gak ngerti
Apakah lo harus tau, atau lebih baik gak tau
Kalo dia itu gw

Kamis, 20 Agustus 2009

Happy Fasting!








Happy Fasting!

Subtitusi

Ada seorang gadis, katakanlah namanya Salma
Salma tinggal di sebuah desa yang jauh dari kota
Salma sangat suka dengan buah mangga,
Menurutnya, mangga adalah buah yang paling manis, segar dan menyehatkan
Hingga Salma pun menanam pohon mangga yang diletakkan persis di depan jendela kamarnya
Salah satu kegundahan Salma adalah, ketika menunggu mangga-mangga itu berbuah
Dan salah satu kebahagiaannya adalah, ketika mangga-mangga itu berbuah
Selain pohon mangga, di rumah Salma juga terdapat pohon apel
Namun sama sekali Salma tidak menggubris apel-apel tersebut, yang dinantikannya hanyalah mangga
Bisa dibilang, Salma ketergantungan dengan buah berwarna kuning tersebut
Hingga suatu hari, pohon mangga itu mati
Bahkan tak mungkin bisa untuk tumbuh lagi
Jelas hal tersebut membuat dirinya sangat sedih, dan merasa akan hilang kebahagiannya

Beberapa hari setelah itu pohon apelnya berbuah banyak
Salma yang kemarin-kemarin sangat mengabaikan pohon apel ini, kini perlahan dia menghampiri pohon tersebut, terus mendekatinya hingga berjarak kira-kira satu meter di depannya
Dipandanginya buah-buah yang berwarna merah tersebut
Salma sebenernya ngerti, kalo buah apel juga segar dan menyehatkan, tapi menurutnya, mangga jauh lebih nikmat dari apel
Awalnya memang nggak rela, tapi akhirnya Salma mencoba satu buah apel
Setelah memakan habis satu buah apel,
Salma pun yakin, meskipun gak semanis mangga, tapi kebahagiaannya dengan mangga akan bisa tergantikan dengan buah apel

Gw ngerasa hidup ini nggak jauh beda sama cerita Salma tadi
Apalagi gw tinggal di kota yang sangat rawan dengan pergantian, datang dan pergi
Namanya juga kota pelajar, banyak banget pendatang disini
Sehingga yang namanya perpisahan nggak bakal bisa terelakkan
Beberapa bulan ini gw ngerasain banget kehilangan sahabat-sahabat gw
Ada sahabat gw yang musti pulang ke kota asalnya, karena sudah selesai ‘pekerjaan’ kuliahnya di negeri orang
Ada sahabat yang musti nikah, ada sahabat yang keterima kerja di tempat lain, ada sahabat yang melanjutkan kuliah di tempat lain dll
Sedih pastinya,sampe gw mikir konyol, “Nggak mau punya sahabat ah! Nanti pasti sedih kalo pisah”

Seperti cerita Salma, gw pun seperti ketergantungan dengan beberapa orang
Ketika mereka pergi ,
Gw mirip orang gila di jalanan yang nggak tau mau jalan kemana
Gw disorientasi
Gw kehilangan pegangan
Meskipun teknologi semakin canggih, ngebuat dunia tanpa batas, namun tetep aja beda
Karena itu nggak nyata, menrut gw itu sama aja

Tapi ternyata hidup ini seperti pertandingan sepakbola, bola basket, voli dsb
Selalu ada pengganti untuk pemain yang keluar
Seperti Salma
Masih ada buah apel, untuk menggantikan buah mangga yang sudah gak bisa tumbuh lagi
Hari demi hari gw ketemu sama beberapa orang yang gw yakin, bisa ngebuat gw bahagia lagi
Gw ketemu beberapa orang baru, yang bisa ngebuat gw ngomong “Hidup itu berwarna!” lag
Dan ngebuat gw bisa belajar, bahwa gw nggak harus cemas dengan perpisahan
Karena inilah hidup yang sebenarnya,
Meski gak semanis mangga, tapi ternyata kita gak harus membutuhkan yang manis untuk membuat kita bahagia

DO! for Indonesia



Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan
dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta

64 tahun lalu, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia membacakan proklamasi kemerdekaannya melalui putra bangsanya, Soekarno dan Hatta
Indonesia menyatakan bahwa pada hari tersebut negara ini sudah merdeka dan terbebas dari penjajahan selama lebih dari 300 tahun
Begitu gigihnya para pejuang saat itu, hingga kita bisa merasakannya hingga saat ini
Namun sedikit demi sedikit kemerdekaan itu mulai ternodai, bahkan semenjak dulu
Agresi militer 1 dan 2, pemberontakan G 30 S PKI, Pemberontakan GAM
Saat ini pun demikian, mulai dari masalah nasional : Pemboman oleh teroris, di bebrapa tempat, Bali, gereja pada malam natal, Hotel Mariott
Hingga masalah sosial, kelaparan, pengangguran, anak jalanan, putus sekolah, kemiskinan, dan masih banyak lagi tentunya
Membuat gw bertanya, dan mungkin kita semua juga, apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Apakah kita sudah benar-benar merdeka? Jika setiap kita berhenti di lampu merah kita didatangi oleh ibu-ibu yang menggendong anaknya sambil meminta-minta uang
Apakah kita sudah benar-benar merdeka? Jika kita selalu kesulitan mengurus hal-hal yang berbau birokrasi
Apakah kita sudah benar-benar merdeka? Jika kita sering terganggu dengan polusi limbah sampah
Apakah kita sudah benar-benar merdeka? Jika kita selalu mengeluh tentang kemacetan
Tidak perlu dijawab, tapi direnungkan, dan cari solusinya

Banyak orang yang berteriak tentang patriotisme
“I love Indonesia”
“Untukmu Indonesiaku”
Tapi apa itu yang dibutuhkan oleh negara ini
Hanya sekedar teriakan-teriakan lantang
Setelah itu? Begitu saja ditelan bumi, tertiup angin

Saatnya kita berbuat sesuatu untuk negeri ini
Kita gak usah repot-repot membantu datasemen 88 menembaki teroris
Kita gak perlu repot-repot membantu memberikan nasihat kepada bapak presiden
Kita gak perlu repot-repot berperang seperti Pangeran Diponegoro, Cut Nyak Dien, Soedirman, dll
Tapi cobalah dengan hal-hal kongkrit yang ada di sekitar kita
Buang sampah pada tempatnya, membuat penghijauan, menghemat listrik, membuat recycle dsb
Karena hal yang besar itu terjadi karena ada hal-hal yang kecil

Terima kasih kepada warga-warga Indonesia yang sudah berbuat sesuatu untuk negeri ini
DO! For Indonesia

Dirgahayu Indonesia yang ke 64!

Jumat, 14 Agustus 2009

Yang Penting Hepi!

Jogjakarta, 12 Agustus 2009
02:01

Kopi lampung yang gw minum beberapa jam yang lalu begitu, bener-bener maknyus khasiatnya
Padahal gw cuma minum setengah gelas aja, karena sebenernya kopi itu buat temen gw, yang lagi sibuk ngedesign di kamar gw
Tapi siapa juga yang tahan ngeliat kopi tergeletak begitu saja di sebelah kita, yaudah gw abisin deh setengah dari gelasnya
Sampe jam menunjukkan pukul 2 pagi, gw masih melek, dan masih bisa nulis ini

Gw sebenernya juga nggak ngerti mau nulis apaan, yang jelas gw sekarang lagi di belakang kedua temen gw yang lagi asik maen bola di PS, trus yang satu lagi tetep asik ngedesign
Karena nggak ada kerjaan, laptop pun gw nyalain
Gw puter lagu Agnes Monica yang judulnya Cintaku Tlah Diujung Jalan, langsung aja sekujur tubuh gw merinding mellow
Gw buka facebook, meskipun gw gak ngerti mau nulis status apaan
Meskipun gw gak ngerti mau upload foto yang mana
Akhirnya gw cuma buka-buka profile temen-temen gw, terutama profile yang fotonya berdua sama pasangannya (gak tau kenapa, gw pengen aja)
Lucu-lucu deh fotonya
Ada yang lagi pada mendelik keatas matanya, ada yang lagi pada monyong bibirnya, ada yang ceweknya nutup idungnya sambil berekspresi kebauan trus yang cowok ngangkat keteknya,
Ada juga pasangan yang menunjukkan kedewasaan fotonya, kayak waktu lagi di acara resmi gitu, yang cowok pake jas, yang cewek pake gaun
Seruuu yaaa!! Pasti saat itu mereka lagi bahagia

Ada juga yang jam segini masih sibuk kirim-kiriman wall
“Ih, kamu kok belum tidur jam segini?” di wall yang cewek
“Iya niii… lagi makan coklat, nyam nyam” balas yang cewek beberapa saat kemudian
“Ihhhh, nggak bagus tau makan coklat” gak lama yang cowok bales
“Hehehehehe…. nyam nyam” yang cewek tetep aja sibuk makan coklat
“Dasarrrrr kamu ni, :p” bales yang cowok

“Beibh… jangan tidur dulu yaaaa, aku masih ngerjain tugas niiiii” di wall yang cowok
“Iya cerewet! Aku nggak tidur kok :p” gak berapa lama di bales si cowok
“Makaciiih beeibh :)” dibales lagi sama yang cewek
Seru yaaa!! Pasti mereka lagi bahagia

Gak peduli yang cewek ngeyel tetep makan coklat jam segini
Gak peduli yang cowok udah sengantuk apapun
Tapi dia rela nungguin kekasih hatinya itu belajar
Gak peduli yang cewek itu ngebossnya minta ampun
Tapi yang cowok tetep sabar nasehatin ceweknya
Nggak peduli yang cowok sesibuk presiden
Tapi yang cewek tetep setia seperti ibu presiden

Gak peduli yang cowok cuek, galak, suka ngatur, atau yang lainnya
Gak peduli yang cewek ngeyel, cerewet, keras kepala, kayak anak kecil dsb
Selama mereka bahagia, selalu ada pengecualian untuk itu
Ironis banget, kalo punya pasangan yang good looking, pinter, tajir melintir baik, dewasa, tapi nggak bahagia hatinya
Karena menurut gw, yang dicari dari suatu hubungan adalah kebahagiaan, bukan kebaikan sifat seseorang
Dan dengan cinta yang mereka punya itu, maka mereka bahagia

Kayaknya udah mulai ngelantur aja nih tulisan gw
Biarin deh, daripada bengong!
Sekarang kayaknya gw ngerti mau upload apa,hehehe

Jumat, 07 Agustus 2009

Tipe Orang-Orang di Kafe (OWN Kafe)

Kerja di kafe ngebuat gw semakin terbiasa dan semakin mengenal karakter-karakter yang ada di dalam kafe. Inilah beberapa tipe yang gw deskripsiin buat mereka:

Tipe Multi Level Marketing (khusus sang presentator)
Deteng pake jas berwarna gelap, kemeja dalemnya tabrakan warnanya (kadang merah kadang ungu bahkan kadang warnanya pink!). Biasanya minumannya hot tea dan dia bisa tahan minuman seukuran cangkir itu sampe dua jam lebih. Nb : kalo ketawa agak maksa (ABS abeezzz)

Tipe PDKT
Duduknya adep-adepan, nyari tempat yang agak jauh dari speaker. Biasanya (yang cowok) kalo ditanyain sama waitress “mau mesen apa mas?”, cowok itu justru ngelempar ke ceweknya, “kamu aja duluan”. Minuman untuk mereka biasanya ice chocolate atau minuman yang lazim. Terkadang kalo didatengin SPG cowoknya nggak berani ngeliatin SPG itu lama-lama.

Tipe Pacaran
Biasanya tipe ini ada 2, tipe pacaran yang masih baru dan tipe pacaran yang udah lama

1.Tipe Pacaran yang Masih Baru
Satu laptop berdua, biar duduknya bisa sebelah-sebelahan. Bahkan kalo nggak ada laptop duduknya tetap sebelahan (pemandangan ini sering terjadi). Minuman untuk mereka biasanya yang hot, biar bisa lama kali ya? Terkadang mereka juga sering buka facebook dan melihat orang-orang yang komentar tentang hubungan mereka yang masih baru itu.
Kalo ceweknya mau kencing, yang cowok setia mendampingi, mungkin biar ceweknya nggak nyasar ke kamar ganti.

2.Tipe Pacaran yang Udah Lama
Dua-duanya bawa laptop, yang cowok asik download, yang cewek asik buka facebook. “Sayang, liat nih… temenku ada yang komen status aku”, ujar yang cewek. “Iya ya.. bentar, nanggung nih” jawab yang cowok (padahal baru 25% download-nya)

Tipe (yang merasa dirinya) Cewek Seksi
Gw suka pengen nanya sama tipe ini, kalo ngeliat mereka lagi di kafe pas malem-malem. “Mbak, maaf… mbaknya nggak kedinginan?” semoga kalo gw punya keberanian untuk itu, mereka akan membeberkan rahasianya.

Tipe Mahasiswa Ngerjain Tugas/ Nyari Data
Tipe seperti ini punya kata ajaib di setiap kalimatnya, yaitu 'dulu'. Contoh :“ Pesen mineral water/ reguler coffee/ ice espresso aja dulu mba..” ujarnya tanpa melihat menu. Kata-kata ‘dulu’ biasanya sama maknanya dengan ‘aja’ atau (biar lebih jelas) ‘aja deh’.
Tipe ini nggak jauh beda dengan orang autis, kadang-kadang suka kegirangan dan marah-marah sendiri

Tipe Orang-Orang Kantoran
Lebih cepat lebih baik! mungkin itu kalimat yang tepat untuk tipe ini. Paling lama 1 jam mereka bertahan, biasanya pesen French Fries dan cafĂ© latte untuk minumannya. Satu kalimat yang sering keluar dari tipe ini, “Mba… Koran hari ini ada?”

Tipe Yang Lagi Pengen Sendiri/ Melankolis People

Biasanya tipe seperti ini membawa headset sendiri dan memilih lagu dari laptopnya. Pesenannya yang anget-anget, dan nggak banyak bicara.

Tipe Rombongan Penggila Dunia Maya
10 menit pertama mereka rame, berisik dan saling bercanda. Tetapi 2 jam 50 menit berikutnya nyaris tanpa suara. Sesekali mereka saling intip laptop satu sama lain. Tipe seperti adalah tipe-tipe yang paling sering memberikan 'hadiah' kepada kafe berupa putungan-putungan rokok di dalam asbak.

Tipe Rombongan Liburan (dari Bandung or Jakarta)
Tipe ini sedikit autis dengan blackberry-nya. Sibuk upload status, kadang-kadang nanya sama guide-nya (biasanya orang jogja), "kafe ini namanya apaan tadi?", "eh, ini nama daerahnya apaan?". Tipe yang kayak gini juga suka memuji harga yang tertera di menu "Gila! murah banget...", atau membandingkan dengan kafe/ tempat nongkrong di tempat asal mereka "Oh kafenya mirip 'kafe itu' ya...".

Tipe Clubber
Datengnya biasanya malem-malem sekitar jam 10 keatas. Bajunya ngejreng dan mini buat yang cewek, kalo yang cowok rambutnya sangat klimis. Rombongan ini minimal berjumlah 5 orang. Mereka nggak ada yang bawa laptop. Pengganti laptop biasanya kartu remi. Minumannya yang dingin-dingin dan berwarna (mungkin biar bisa minum yang ‘anget-anget’ pas clubbing, wedang jahe?).
Tipe seperti ini, suaranya mengalahkan playlist yang lagi diputer di kafe.

Tipe Bapak-Bapak (rekan-rekan atasan)

Tipe seperti ini seringkali membuat onar, hehehe. Nuduh-nuduh nggak jelas, sedikit pelupa (biasanya sama hal-hal yang kecil, seperti kunci kendaraannya). Minumannya regular coffee, nongkrongnya dari sore sampe tengah malem, kerjaannya ngomongin bangunan atau design. Oia, meskipun mendapatkan julukan bapak-bapak tapi bercandaannya lebih parah dari anak-anak muda, dan suka ledek-ledekkan juga!

Tipe Temen-Temennya Karyawan
Pesenannya jus, gerombolan, dan mainannya UNO! Lama nongkrongnya melebihi satu kali pertandingan bola plus perpanjangan waktu plus adu penalti. (tipe ini menyudutkan kepada rombongan tertentu kayaknya)

Tipe Karyawan Kafe
Kalo lagi awal bulan biasanya ikut memesan makanan atau minuman, Tapi kalo pas akhir bulan atau lagi pengen nabung biasanya tipe ini suka berjalan sendiri ke dapur, ambil cangkir/ gelas dan membuat minumannya sendiri. Untuk kebiasaan ke dapur itu, biasanya terjadi dua sampai tiga kali per harinya. (curhat?)

Tipe Mencurigakan
Sendirian, gak mesen apa-apa, celangak-celunguk (ini maling apa kostumer?)

Tipe yang seperti apa anda?

Kamis, 06 Agustus 2009

Ilmu Mencari Ilmu

Nggak ada orang yang merencanakan kesendirian dalam hidupnya, begitu juga gw
Disaat gw sendiri kayak sekarang, selain kewajiban sebagai buruh di kafe, nyaris nggak ada kerjaan lain buat gw
Kuliah libur 2 bulan, nggak ambil semester pendek, temen-temen pada pulang kampung, ada juga yang udah pada lulus
Akhirnya gw sering mendedikasikan diri bersama beberapa orang tua (sahabat - sahabat atasan gw) di kafe sore-sore (daripada nggak ada kerjaan sama sekali)
Maklum, umur gw mash terlalu dini ketika gw pertama kali nyebur di kafe ini
Orang-orang yang sepantaran sama gw ya cuma temen-temen gw aja yang setia nemenin gw kalo gw lagi di kafe, yang lainnya ampun dije…hehe
Ada satu hal yang gw dapetin dari mereka (para sahabat-sahabat atasan gw),yaitu ilmu tentang salah satu cara bagaimana mencari ilmu

Udah lama banget gw pengen minta diajarin design sama Mas Dimas (salah satu sahabat atasan gw)
Dia punya usaha design perumahan, design logo dll
Tapi dia selalu bilang, “iya, nanti ya…”
Sampe suatu siang, waktu ada shooting film indie di kafe, tiba-tiba Mas Dimas manggil gw
“Ga… sini bentar”
“Apaan mas?”
“Kamu mau belajar design kan?”
“Wah, mau banget mas!”
“Nih, kamu liat, 5 menit”
Mas Dimas kemudian ngeluarin map dari tasnya, sebuah map buat perumahan yang isinya ada beberapa gambar rumah, denah, dan juga spesifikasinya
Map berwarna hijau itu juga dipenuhin grafis-grafis yang lumayan simple tapi ribet juga bikinnya
Awalnya gw heran, tapi gw nurut-nurut aja
Sekitar 5 menit kurang gw bolak-balik map berwarna hijau itu
“Udah nih mas, trus kenapa?” gw pun heran
“Yaudah, aku minta kamu buatin design map kayak gitu”
“Buatnya simpel aja, temanya eksklusif, nama perumahannya Villa Indah Situgunung, gambar-gambar rumahnya kamu download dulu aja di internet”
Gw bengong denger perkataan Mas Dimas tadi, belom sempet gw jawab, Mas Dimas udah ngelanjutin omongannya
“Biasanya waktu normal ngerjain design ini tuh 10 jam, trus kalo hasil kamu bagus yaudah kamu kasih harga design kamu itu, sekalian kamu belajar buat harga atas design kamu kan?”
“Besok sore kita ketemu ya Ga…”
“Oke mas!” cuma itu yang keluar dari mulut gw

Gw langsung hubungin Mikdad, temen gw yang jago design dan bisa gw ajak kerja bareng
Maklum, walaupun basic gw emang berhubungan sama design, tapi gw belum sampe tahap itu
Malem harinya gw sama Mikdad pun sibuk garap kerjaan tersebut
Kita buat dua konsep, satu konsep Mikdad dan yang satu lagi konsep gw
Konsep Mikdad lebih berwarna, dan konsep gw sangat minimalis dengan sedikit sentuhan garis-garis melengkung
Gw juga sekalian belajar design sama Mikdad malem itu,
dan banyak banget yang gw dapetin, bukan cuma ilmu, tapi juga ide
Salah satunya adalah, gw pengen buat usaha kecil-kecilan sama Mikdad, dalam bidang design tentunya

Besok sorenya gw ketemu sama Mas Dimas
Gw kasih unjuk 2 konsep yang kita buat, dan ternyata yang dipilih adalah konsep yang punya gw, alhamdulillah!
Meski dengan beberapa revisi tentunya
Setelah gw selesai nunjukin konsep-konsep tadi, Mas Dimas bilang “Yaudah Ga.. kamu dah lewat satu level”
“Maksudnya?” tanya gw heran
“Yaudah, tuh kamu dah bisa design toh… walaupun nggak semua kamu yang design, tapi yang penting kan konsepnya… ngapain aku musti ngajarin lagi”
Speechless gw ngedengerin perkataan Mas Dimas tadi
“Ga… terkadang kalo kita mau belajar, belajarlah dengan diri kita sendiri dulu” kalimat penutup dari Mas Dimas

Selasa, 04 Agustus 2009

Hidup ini Pilihan

Tanpa kita sadari, jika kita lihat dari sudut pandang yang lain
Hidup ini bisa berupa serangkaian pilihan-pilihan yang harus kita pilih dan kita putuskan
Pagi-pagi saja, kita sudah disuguhi pilihan :
Mau pake baju kerja yang mana ya hari ini? Buat yang udah kerja, atau
Mau pake celana abu-abu yang mana ya? Buat anak SMA

Gw pernah punya temen seorang penjudi bola kelas mahasiswa
Sewaktu Piala Dunia tahun 2006, dia berhasil mendapatkan 30 juta dalam waktu satu bulan
Banyak yang gw pelajarin dari dia, bagaimana melihat situasi dan bagaimana melihat ‘sandiwara’ di dunia sepakbola
Dia punya arsip seluruh pertandingan liga elit Eropa dari tahun 90-an, dari mulai hasil akhir, waktu main, tempat main, pencetak gol, dll
Semua itu tersimpan rapi di dalam satu lemari khusus
Kalo dia mau taruhan, dia jarang banget liat taktik yang digunakan kedua pelatih, mungkin cuma sekitar 15% paling mentok
Dia pernah bilang ke gw “Kalo kamu mau main judi bola, kamu jangan sampe punya tim favorit, karena kita nggak bakalan adil”
Dan gw ngeliat bener, pendapat gw tentang hidup itu adalah pilihan, ada di dalam dirinya (dan mungkin penjudi lainnya)

Sebelum mulai berjudi, penjudi harus memutuskan, apa kita ingin berjudi apa nggak?
Setelah itu ia juga harus memutuskan, judi yang seperti apa yang akan kita mainkan?
Apakah tebak skor, apakah tebak pemenang, apakah versi pur-pur an, atau versi-versi lainnya
Jika tebak skor, maka harus pilih berapa skornya?
Atau jika pilih tim, maka harus pilih tim yang mana yang akan kita pasang taruhan?
Atau jika kita memilih poor, maka tim mana yang kita beri poor?
Setelah itu berapa nilai poor yang akan kita pasang?
Setelah itu semua, barulah memilih, berapa uang yang akan dipasang untuk taruhan kali ini?
Banyak banget pilihannya kan?
Bahkan jika kita perhatikan hal tadi, banyak sekali pilihan-pilihan sebelum penjudi memasang uang taruhannya

Pilihan-pilihan itu juga bervariasi
Ada yang sederhana, dan ada juga pilihan-pilihan yang berat
Keputusan yang berat itu terdapat tiga sisi menurut gw
Bisa berat menurut subjeknya, bisa untuk objeknya, dan bisa juga berat menurut keduanya

Seorang pelatih basket harus memilih anggota-anggotanya yang akan ia ikut sertakan untuk kejuaraan, pilihan ini berat untuk objeknya
Sepasang kekasih memilih untuk menyudahkan hubungannya karena salah satu dari mereka tidak direstui keluarga, jelas ini pilihan yang berat bagi keduanya
Dan masih banyak lagi pilihan-pilihan lainnya
Dan sebenernya, inti dari semua itu adalah sebuah konsekuensi
Karena dari yang setiap kita pilih pasti akan ada resikonya, begitu juga dengan penjudi tadi

Dulu, Ardian (sahabat gw yang udah gw anggep jadi abang gw) pernah nasehatin gw
“Ga… jika lo berdoa diantara dua pilihan, dan keesokan harinya lo yakin sama salah satu pilihan lo itu, sebenernya itu bukan hikmah dari pilihan lo, hikmah sesungguhnya adalah konsekuensi kita terhadap pilihan itu”

Jumat, 31 Juli 2009

Cinta Gila

Semakin hari semakin banyak pasangan cinta gila
Yang terlalu sempit untuk memilih
Yang terlalu malas untuk melangkah
Yang terlalu berpacu dalam hubungan yang sederhana ini
Hubungan yang terlalu menggebu untuk bernafsu

Tempat ini terlalu kecil untuk menampung akal sehat itu
Yang terlalu takut untuk memilih
Yang terlalu enggan untuk mencoba
Yang semakin berpacu dengan waktu yang terlihat singkat
Hubungan yang terlalu menggebu untuk bernafsu

Aku hanya membutuhkan waktu sedikit
Sedikit saja untuk melihat dari semua sisi
Karena aku sudah kehabisan nafas untuk ini
Aku hanya membutuhkan sedikit waktu
Sedikit saja untuk mulai berfikir dengan jernih
Karena aku sudah terlalu sakit memikirkan ini

Mengapa tidak kita katakan saja tidak
Tidakkah ini semua sudah cukup membuktikan
Tindakan itu terlalu konyol untuk dimengerti
Bisakah kita merasakan ini?

Mereka seperti bercinta dengan ketakutan yang mereka buat
Yang selalu saja mencoba diam
Yang selalu saja berlagak buta
Yang selalu memilih untuk bertindak dengan hatinya
Hubungan yang terlalu gila membuatnya bodoh