Minggu, 12 April 2009

Pembenahan

Hasil pemilu kemaren (berdasarkan QUICK-COUNT) membuktikan,
Bahwa negeri ini (sebenarnya) membutuhkan pembenahan bukan perubahan
Emang sih masih banyak kekurangan disana-sini
Tapi bukan berarti harus buru-buru dirubah semuanya
Cobalah kita kasih kesempatan lagi
Ya, kesempatan!
Hal yang sering banget dilupain sama kebanyakan orang

Salah satu contohnya adalah timnas kita (PSSI)
Baru kalah di Sea Games udah diganti pelatihnya
Baru gak lolos ke final Tiger Cup udah diganti pelatihnya
Emang gampang ya meramu sebuah tim itu?
Yang ada ya kalah2 terus juga
Coba kita lihat Manchester United
Udah lebih dari 20 tahun pelatih mereka (Sir Alex Ferguson) gak diganti-ganti
Mau menang, mau gak lolos final, mau kehilangan seorang David Beckham pun tetep aja dipertahanin pelatihnya

Barusan gw ngobrol sama sepupu gw di daerah Cikini,
dia cerita (baca:curhat) sama gw,
kalo cowoknya masih rada curiga sama dia, masih kurang percaya sama dia, masih suka posesif gak jelas
Gara-garanya sepupu gw ini pernah buat kesalahan, agak berat emang (sedikit nyeleweng, hehehe)
Tapi itu udah lama banget berlalu
Dan sepupu gw ini juga langsung bertobat
Tapi sampe sekarang masih aja cowoknya gak percaya
(Menurut gw, buat apa dikasih kesempatan kalo gak dikasih juga kepercayaan)

Di era modern ini, kita emang dituntut untuk cepat, praktis, dan singkat
Kita pasti pengennya yang cepat-cepat juga
Tapi itu gak berlaku buat ‘kesempatan’
(Allah aja selalu memberikan kesempatan dan menggaransikan surga-Nya bagi seluruh umatnya yang ingin bertobat)
Jadi, buat apa juga cepat-cepat kalo hanya di permukaan aja
Cuma anget-anget tai ayam
Kesempatan itu butuh waktu untuk melakukan pembenahan

Untuk mengatakan “iya, gw udah berubah” itu gak bisa lewat mulut
Tapi HATI… bahkan hati yang paling dalem
Karena perubahan itu gak bakal kita tau, tapi bisa kita rasain
Pembenahan dulu baru perubahan
Kalo kita udah berbenah, otomatis kita pasti juga berubah

Kamis, 09 April 2009

Mendekatkan Diri

Akhirnya gw kerja profesional juga
Setelah 2 tahun gw ceburkan diri gw menjadi ‘pelacur’ (baca : creative freelancer),
entah itu event organizer, creative concept, advertising, videographer, dsb
Kerjaan gw kali ini menuntut gw lebih banyak menceburkan diri kepada orang-orang
Yaitu, sebagai marketing

Kerjaan ini emang ‘gw banget’
Karena gw mungkin terlahir sebagai anak sosial
Dan marketing itu kan erat hubungannya dengan pasar (yang sifatnya sangat sosial)
Namun ternyata tidak segampang itu untuk menjadi orang sosial
Teman banyak, networking luas, mempunyai sifat sanguinis, gampang lebur dengan orang ternyata belum cukup untuk bisa dikatakan sebagai orang sosial

Gw masih suka canggung bila ketemu orang-orang baru
Gw masih rada salting bila ketemu sponsor
Gw masih suka garuk-garuk kepala gak jelas bila sedang meeting dengan rekanan

Menjadi orang sosial yang sangat fleksibel ternyata tidak mudah
Ternyata mendekatkan diri pada Tuhan itu lebih mudah, ketimbang mendekatkan diri pada orang-orang yang lain
Kita tinggal (bagi yang Islam), ambil wudhu, sholat (kurang lebih 5 menit) dan itu dilakukan 5 kali sehari
Setidaknya itu saja, maka kita sudah bisa dekat dengan Sang Pencipta

Namun kenapa ya, disaat pemilu ini banyak orang yang berlomba-lomba mendekatkan diri kepada masyarakat daripada ia dekat dengan Sang Penciptanya?
Kok mereka malah nyari yang susah?
Mereka lebih senang ketika disebut “Putera Daerah”, “Tokoh Masyarakat”, “Sahabat Kaum Kecil”, “Wakil Rakyat”, ketimbang disebut “Hamba Allah”

Semoga dibalik itu semua mereka tetap mendekatkan diri dengan Penciptanya

Pemilu

Bentar lagi pemilu
Pesta demokrasi Indonesia (katanya sih begitu, hehe…)
Seru juga pemilu tahun ini
Paling banyak partainya lho!
Walaupun gw nggak secara langsung terjun kampanye ke jalan-jalan,
tapi setidaknya gw pasti ikut nyontreng pas pemilu nanti
Emang sih, kadar ilmu politik gw pas-pasan...
tapi gw juga punya hak dong untuk nyontreng
Gak hanya gw juga sih, namun seluruh warga Indonesia yang memiliki syarat untuk memilih
Termasuk orang-orang yang awam (yang minim pengetahuan tentang pemilu)

Terkadang gw suka ketawa geli kalo ngedengerin orang-orang awam berkomentar seputar pemilu beserta partai-partainya:

Waktu Presiden Barrack Obama menang dalam pemilihan presiden di Amerika kemaren, pembantu gw yang di Jakarta ngomong “Makanya nanti pilih SBY aja, kan partainya sama kayak Obama, Demokrat…”

Seorang tukang parkir juga pernah ngomong gini ke gw “Medingan pilih Golkar aja! Nanti dollar bisa murah lagi kayak waktu zaman pak Harto dulu” (emang bayar becak pake dollar?hehehe)

Laen lagi komentarnya sama pembantu gw yang di Jogja “Kok sekarang Golkar bukan nomer 2 lagi? Udah kalah ya…”

Waktu gw ketemu rombongan pawai kampanye PDIP, salah seorang simpatisan pawai teriak “Hidup PDI, hidup Sultan!” (lho, bukannya ini masih kampanye partai ya?)

Mba Iis (pembantu gw yang di Jogja) juga bilang gini kemaren “Bang, pemilu udah mulai ya? Kok tadi di tv yang menang PDIP”
Jawab gw, “Oh itu… itu mah hasil survei mbak”
Mba Iis, “Survei itu pemilihan presiden ya Bang?” Spontan gw langsung ngakak

Biarpun begitu, setidaknya mereka juga termasuk warga Indonesia yang bebas bependapat
Dan mereka juga mencoba untuk ikut meramaikan pemilu kali ini
Semoga aja pemilu kali ini berlangsung aman, jujur dan adil

Selamat Berdemokrasi, Indonesia!
Cukup 5 menit aja kok, buat nentuin 5 tahun