Gw rela mengundur jadwal malam minggu ini
Gw pun rela untuk nahan laper dan hanya makan sate buat ganjel perut kosong
Gw pun rela untuk mengganti jadwal nonton bioskop gw ke hari senin
Semua ini hanya untuk nonton idola cilik
Hanya untuk mendengarkan kepolosan suara dari Patton
Hanya untuk mendengarkan fibra yang khas dari Debo
Hanya untuk melihat orisinalitas dalam bermusik
Dan hanya untuk melihat calon regenerasi dalam musik Indonesia
Benar! Musik Indonesia sangat membutuhkan regenerasi
Itu juga yang dikatakan oleh seorang Glenn Fredly sambil memeluk Patton
“Musik Indonesia membutuhkan regenerasi”
Secara kita tidak sadari, kualitas musik Indonesia sedang merosot taja
Yang ada hanya kuantitas (sering-seringan muncul)
Siapa yang lebih sering muncul maka dialah yang akan nge-hits
Tak peduli seberapa bobrok lagunya, seberapa fals suaranya
Memang sih, sangat sulit menciptakan lagu anak-anak yang bisa nge-hits
Seperti lagu ciptaan Bu Kasur, Bu Sud atau seperti era Papa T Bob
Namun setidaknya musik Indonesia bisa melahirkan bibit-bibit terbaik yang mempunyai kualitas
Selamat berjuang, Patton & Debo…
Minggu, 22 Maret 2009
Regenerasi
Diposting oleh
Argadi
di
02.38
0
komentar
Jumat, 20 Maret 2009
Esensi
Kita pasti sering jalan-jalan ke tempat ramai, seperti mall, bioskop dsb. Banyak sekali kita jumpai berbagai macam orang dan juga berbagai macam pasangan. Apalagi untuk seorang gw yang gak bisa diem.
Beruntung gw punya ‘hobi’ memberikan perhatian lebih kepada orang lain (baca: suka merhatiin orang), jadi gak ada orang yang lewat depan gw tanpa gw perhatiin. Dari yang pake sandal jepit sampe yang pake sepatu pantofel. Dari yang acak-acakan ala changcuters hingga rambut miring ala kangen band. Kalo pasangan, dari mulai yang cuma senyum-senyum malu hingga yang bajunya kembaran.
Misal : ceweknya adi (yang cewek) dan cowoknya ida (yang cowok), atau I love Donald (yang cewek) dan I love Dessy (yang cowok), dll.
Itu baru dari fashion, tapi coba deh kita perhatiin lebih dalem lagi ke setiap pasangan yang ada. Disitu keliatan banget bahwa ada bahasa-bahasa yang keluar dari mereka, meskipun mereka hanya terdiam. Bukan bahasa tubuh, tapi seperti ada kata-kata yang keluar di atas kepala mereka (mirip komik-komik).
“Ini lho pacar gw!”
“Ini lho pasangan gw yang ganteng bangettttt!”
“Ini lho cewek gw yang kayak Luna Maya”
Yes! Seperti itulah kira-kira bahasa yang keluar dari mereka. Tak peduli pasangannya sejelek apapun, tak peduli pasangannya seaneh apapun, tak peduli pasangannya sehitam apapun. Karena mereka bangga! Mereka bangga memakai kaos bertuliskan I love Donald, meskipun mukanya cenderung mirip Mickey (baca: tikus).
Dan menurut gw itulah esensi yang utama dalam berpacaran, bangga terhadap pasangannya!
Diposting oleh
Argadi
di
11.27
1 komentar
Senin, 16 Maret 2009
Sesaat Sebelum Mereka Kembali ke Jakarta
.jpg)
Suatu sore di Jogja,
Ninta :
Nanti kita pesawat jam brapa ma?
Mama :
Jam 17.25
Ninta :
Berarti nyampe Jakarta jam setengah tujuh ya ma?
Mama :
Iya, oleh-olehnya udah dinaekin ke mobil?
Ninta :
Udah ma
Mama :
Nih koper bajunya dinaekin
Ninta :
Oke...
Ninta :
Ya ampun, ma liat deh... koper bajunya cuma satu, tapi oleh-olehnya ada tiga! mana yang dua kardusnya gede-gede
Mama :
Hahaha, iya ya... Dari Jakarta cuma bawa satu koper, pulang-pulang bawa banyak
Ninta :
Iya, banyakan oleh-olehnya daripada koper bajunya
Penulis :
Gimana nggak makin sumpek Jakarta... hehehe
Diposting oleh
Argadi
di
12.36
0
komentar
